Jumat, 29 Maret 2013

Menemukan Taman laut di selatan Lampung - Pulau Kelagian, Pulau Pahawang, Tanjung Putus dan Gosongan




Pulau kecil di selatan Lampung ini membuat kami berdecak kagum. Bukan hanya dengan pasirnya yang selembut tepung, tetapi juga dengan keindahan bawah lautnya yang menawan.  Tiga mingggu yang lalu, gw bareng temen-temen di @reeyantravelers mengunjungi pulau yang masih dalam kepemilikan TNI AL ini. Pulau ini memiliki barak dan saung yang bisa digunakan sebagai tempat menginap. Air di pulau ini masih payau namun kita masih bisa menikmati listrik meskipun hanya bisa digunakan dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

Setelah perjalanan panjang bis Jakarta-merak, ferry merak-bakauheni, APV bakauheni-ketapang dan perahu ketapang-kelagian, akhirnya kita tiba di pulau kelagian jam 10 pagi. Kejadian-kejadian seru selama 12 jam perjalanan ini gak akan selesai diceritakan meskipun segelas kopi sudah habis menemani perbincangan kami di pertemuan2 selanjutnya.

Itinerary selanjutnya adalah snorkeling di pulau Kelagian Kecil, Pahawang Kecil, Tanjung Putus dan Gosongan. Spot pertama adalah bawah laut Kelagian Kecil yang menurut gw adalah the best spot of snorkeling di sini. 5 menit pertama gw habiskan di sekitar perahu yang hanya memberikan pemandangan karang mati dan ikan yang berwarna warni. Setelah naik dan ngobrol dengan pemilik perahu, Bang Yanto, gw memutuskan untuk snorkeling menjauh dari perahu ditemani Bang Yanto. Dan yang gw temuin selanjutnya sangat menakjubkan, bikin speechless. Beberapa kali menemukan anemone dengan ikan badut nya, karang dan anemone yang berwarna warni, kuda laut dan berbagai ikan yang baru pertama kali gw lihat di sini. Ombak di sini cukup tenang dan air lautnya yang bening membuat kita seakan berenang di kolam renang dengan lantai dasar berupa sebuah taman laut.


Sabtu, 16 Februari 2013

Between Lovina and Denpasar #Bali

Danau Buyan


Tulisan gw sebelum ini bercerita sedikit catatan perjalanan saat gw ke Menjangan. Setelah dari menjangan, sebenernya gw merencanankan untuk menginap di Singaraja. Tapi atas dasar saran pak Nono, gw memutuskan untuk menghabiskan malam di Lovina, dan siapa tahu gw bisa lihat lumba-lumba paginya :D. Tapi ternyata gw gak menginap di desa Lovina, melainkan didesa Anturan. Hehehe, ini karena terlalu banyak melamun pas di elf dan pak sopirpun lupa nurunin gw di Lovina. Ketika sadar udah 15 menit menjauh dari Lovina. Yah gw minta turun aja dan nyari hotel deket-deket sana. Ketemulah dengan Bli Tana yang akhirnya nganter ke Puri Mandara Homestay. Tempatnya bersih dan punya pendopo yang enak sebagai tempat untuk sekedar menikmati segelas kopi panas dan buku. Homestay ini yang hanya berjarak 50m dr tepi pantai sehingga suara deburan ombak pun mengiringi saat bersantai di malam hari. Sambil ngobrol ngalor ngidul, gw memutuskan besok akan ikut dolphin trip kemudian diantar bli Tana pake motor ke Bandara Ngurah Rai di Denpasar. Yah, gw terpaksa naek ojek 3 jam ke bandara karena harus mengejar penerbangan selankutnya ke Singapur. Keputusan yang nantinya gak gw sesali meskipun biaya yang gw keluarkan jadi over budget.
Lovina Coast

Jumat, 08 Februari 2013

Menjangan Island, another beauty of God Island #Bali

Menjangan Underwater taken with Aquapic
From Menjangan Island

Menjangan, daerah pertama yang ada di otak gw saat gw dapat tuga di bali. Gw harus extend ke tempat ini, dalam benak gw. Sebulan yang lalu gw juga dapat kerjaan ngantar orang bule ke Bali. Selama tiga hari itu gw tinggal di kuta, dan gw rasa daerah ini terlalu ramai untuk sebuah tempat refreshing bagi gw. Alhasil kali ini gw berniat menjelajah bai barat dan bali utara sejalan dengan tugas gw yang kebetulan ke Gilimanuk.

Sampe bali ternyata salah info, kerjaan gw cuman di Denpasar bukan ke Gilimanuk, yah terpaksa harus ngeteng ke Gilimanuknya. Oke, gw mulai nanya-nanya bagaimana gw bisa ke Gilimanuk. Jumat siang gw juga pastiin lagi ke Pak Haji cuaca di sekitar menjangan. Soalnya pada waktu yang sama, curah hujan di Jakarta lagi besar-besarnya. Oh iya, pak haji ini adalah pemilik penginapan di Pemuteran yang rencananya jadi tempat gw nginep dan ikut perahu adeknya nanti ke menjangan.
Setelah semuanya oke, gw dianterin driver sewaan kantor ke terminal Denpasar. Jam 3 sore gw udah duduk manis di dalam bis kecil. Dalam rencana gw, kalau lancar, gw akan sampai di Gilimanuk sebelum gelap dan gw bisa lanjutin perjalanan ke penginapan pak haji di Pemuteran. Yah, rencana hanya jadi rencana, bis yg udah gw naikin pake acara ngetem sejam di terminal,nunggu penumpang penuh. Alhasil gw baru nyampe terminal Gilimanuk jam delapanan.  Tanya sana sini, ada elf merah dengan jalur ke Singaraja yang gw bisa naikin dan turun di Pemuteran setelah satu jam perjalanan. Menunggu agak lama, tiba-tiba ada seorang penumpang bapak-bapak akan melanjutkan perjalanan ke Singaraja. Alih-alih nemenin gw nunggu, dia malah bilang akan lama ni klo baru dua penumpang yg ada, dan dia memlilih nyari truk yang bisa ditumpangi dari pelabuhan. Tak lama kemudian sang sopir elf pun datang. Setelah ngobrol ngalor ngidul, tampaknya gw bisa nginep di terminal klo harus nunggu kayak gini karena mobil gak akan berangkat sampe angkutan terisi kira-kira 10 orang. Yahhh, berarti gw harus berdoa akan ada 9 orang yang bernasib sama kayak gw dan itu sedikit mustahil. Dengan alasan mau cari makan dulu, akhirnya gw kabur dari bapak sopir buat cari alternative lain ke Pemuteran.
Pemberhentian Pertama Pulau Menjangan
From Menjangan Island

Senin, 24 Desember 2012

Kecak Fire Dance

Kecak dance while the sun is going down

Ini yang selalu diceritakan sama beberapa temen gw, "lo harus lihat tari kecak di Uluwatu saat sunset, It's Wonderful". Dan setelah beberapa kali ke Bali, akhirnya kesampean juga buat nontonnya. Minggu lalu gw tiba-tiba dikasih kerjaan kantor nemenin bule dari Amrik jalan-jalan ke Bali besoknya. Yippie, langsung packing, jarang jarang ni dikasih kerjaan vacation :D
A kidnapped wife named Shinta

Phuket


Phiphi Island
Yep, Phuket. Kenapa Phuket? Mumpung dapet tiket promo. Hehehe.. Yah, film The Bech nya Leonardo Di Caprio sukses membuat gw teriming-imigi buat ke salah satu daerah di Thailand ini . Tapi enggak sebegitunya sih jika dibanding kepengennya gw lihat Aurora Borealis :p.

Gerbang masuk lewat udara adalah Phuket International Airport. Tampak gak begitu susah buat keluar bandara ini, ada petunjuk yang jelas sampe list harga taxi sesuai dengan jaraknya. Penipuan turis pun sangat bisa dihindari. Tak butuh waktu lama untuk sepakat degan salah satu sopir taxi yang akan membawa kita istirahat ke penginapan. Selama tiga hari, kita tinggal di Rumblefish, hostel backpacker yang letaknya di Kata Beach. Sekamar isi ber-6, ketambahan 2 bule dari irlandia, cantik lagi. Hehe..

Kata beach sedikit beda dengan Pathong beach, tempatnya lebih sepi,begitu juga pantainya dan warna lautnya kadang terlihat hijau torquise. Di kata ini juga ada beberapa titik buat snorkeling-an. Jadi gak perlu jauh-jauh ke pulau phi-phi, yahh gak jauh beda lah.. Tapi lebih bagusan di kepulauan seribu sih :D.

The best part selama di Phuket ini ya Phiphi island. Maya bay dengan pantai turquoise nya jadi magnet para turis buat kesana. Gak perlu berpikir dua kali buat nyebur. Maya Bay ini adalah "The Beach" yang pengen gw lihat itu. Dan memang indah, meskipun gw akan lebih seneng lagi kalo tiba di pantai itu dalam keadaan sepi :D. Terlalu banyak kapal yang bersandar di sekeliling pantainya. Maya Bay berada di pulau Phiphi Leh yang tidak berpenghuni. Penduduk sekitar, tinggal di Phiphi Don yang saat ini masih berbenah kembali setelah terhempas tsunami yang sama yang terjadi di Aceh.

Sabtu, 03 November 2012

Singapore

From Singapore

Akhir September kemaren gw bareng dua temen kantor gw ada jobtrip di singapur. Ini ketiga kalinya gw ke negara yang tidak lebih luas dari ibu  kota Jakarta ini.  Gak ada perbedaan yang mencolok dari pertama kali gw kesini. Ya iya lah, baru dua tahun yang lalu.

Yang menarik buat gw mungkin keteraturan di negara ini.yang gak bs gw dapetin di Indonesia. Sampe menyeberang pun harus ngikutin lampu merah. Semua orang mengantri tanpa harus ada yang adu mulut karena nyerobot.MRT datang tepat waktu sesuai dengan jadwal. Kalo mau naik turun bis, bisanya cuman dari halte. Bersih, sampe makan permen karet pun gak boleh.

Tapi mungkin klo disuruh tinggal di negara ini, gw cuman kerasan gak lebih dari satu bulan. Gw akan mulai bosan dg keterbatasan kulinerannya, keteraturan kehidupannya, sampai keindividualan masyarakatanya. Dan yang pasti, gw harus keluar negeri jika ingin pelesir ke pantai.

Singapur sendiri merupakan destinasi wisata yang cukup menarik buat gw. Shopping mall yang sangat lengkap, meskipun harganya tak jauh beda saat Jakarta Great Sale; wisata airnya di kawaasan marina bay; dan kelompok masyarakat yang mempunyai komunitas sendiri seberti di China town, Little India dan Bugis, dengan budaya yang berbeda dari setiap komunitasnya. 
Chinatown heritage dengan cafe dan penjaja oleh-oleh di sepanjang jalan
From Singapore

Sie Jin Kwie by Teater Koma

From November 3, 2012

Di satu jumat sore, seorang teman tiba-tiba memberikan selembar tiket nonton teater. Wee, gw langsung girang karena udah lama pengen nonton sebuah teater dari kelompok teater popular. Yah, biasanya gw nonton hanya dari teater-teater mahasiswa. Beruntung saat itu temen gw punya beberapa free tiket untuk nonton Teater Koma manggung. Yah, Teater Koma, yang  bulan Maret lalu menampilkan “SIE JIN KWIE di negeri sihir” di TIM. Pementasan cerita ini juga cukup menarik karena memadukan wayang tavip, wayang kulit cina-jawa, wayang gendong, wayang potehi, wayang beber, wayang wong, dan opera cina. Seluruh ekspresi mimikmuka, keserasian gerakan antar lakon sampe musikalisasi yang pas dari setiap sesi membuat perhatian gw tidak berpaling dari panggung selama 3 jam pertunjukan.
From November 3, 2012