Jumat, 29 Maret 2013

Piknik di Pucak Darajat, Garut - Masih menjadi impian semu



Gw tiba-tiba pengen ngobrolin Garut setelah lihat foto-foto di sana yang jadi pengen gw share. Udah hampir setahun yang lalu gw gak lagi mengunjung kota dengan wisata air panasnya ini. Sebelumnya memang gw akan kembali ke kota ini setiap bulannya untuk mengunjungi salah satu pembangkit geothermal di Puncak Darajat. Salah satu puncak dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut yang menghasilkan panas alami dari perut buminya.

Puncak darajat menurut gw sangat menarik untuk dijadikan tempat kabur dari segala hiruk pikuk perkotaan. Daerah dengan temperatur rata-rata di bawah 20 degC ini menjadi tempat yang cocok untuk puluhan hektar perkebunan kol yang ditanam sepanjang tahun. Musim tanam atau musim panen pun menyajikan pemandangan yang sempurna untuk bukit-bukit di Puncak Darajat.

Selain itu adanya sumber air panas membuat waterpark-waterpark kecil semakin bermunculan di sekitar kebun kol. Meskipun ada juga beberapa yang menutup lapaknya akibat tidak begitu banyak pengunjung yang datang. Beberapa pengelola membuat wahana lain seperti menunggang kuda dan balapan ATV agar bisa bertahan dari bisnis wisata ini. Memang penginapan di sini belum begitu banyak pilihan, tidak seperti desa tetangganya, Cipanas. Kebanyakan pengunjung hanya pulang hari dan tidak meninap di sini.

Sesekali kebayang aja klo satu saat bisa gelar tikar sama bawa rantang buat makan siang disini .

Menemukan Taman laut di selatan Lampung - Pulau Kelagian, Pulau Pahawang, Tanjung Putus dan Gosongan




Pulau kecil di selatan Lampung ini membuat kami berdecak kagum. Bukan hanya dengan pasirnya yang selembut tepung, tetapi juga dengan keindahan bawah lautnya yang menawan.  Tiga mingggu yang lalu, gw bareng temen-temen di @reeyantravelers mengunjungi pulau yang masih dalam kepemilikan TNI AL ini. Pulau ini memiliki barak dan saung yang bisa digunakan sebagai tempat menginap. Air di pulau ini masih payau namun kita masih bisa menikmati listrik meskipun hanya bisa digunakan dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

Setelah perjalanan panjang bis Jakarta-merak, ferry merak-bakauheni, APV bakauheni-ketapang dan perahu ketapang-kelagian, akhirnya kita tiba di pulau kelagian jam 10 pagi. Kejadian-kejadian seru selama 12 jam perjalanan ini gak akan selesai diceritakan meskipun segelas kopi sudah habis menemani perbincangan kami di pertemuan2 selanjutnya.

Itinerary selanjutnya adalah snorkeling di pulau Kelagian Kecil, Pahawang Kecil, Tanjung Putus dan Gosongan. Spot pertama adalah bawah laut Kelagian Kecil yang menurut gw adalah the best spot of snorkeling di sini. 5 menit pertama gw habiskan di sekitar perahu yang hanya memberikan pemandangan karang mati dan ikan yang berwarna warni. Setelah naik dan ngobrol dengan pemilik perahu, Bang Yanto, gw memutuskan untuk snorkeling menjauh dari perahu ditemani Bang Yanto. Dan yang gw temuin selanjutnya sangat menakjubkan, bikin speechless. Beberapa kali menemukan anemone dengan ikan badut nya, karang dan anemone yang berwarna warni, kuda laut dan berbagai ikan yang baru pertama kali gw lihat di sini. Ombak di sini cukup tenang dan air lautnya yang bening membuat kita seakan berenang di kolam renang dengan lantai dasar berupa sebuah taman laut.