Senin, 24 Desember 2012

Kecak Fire Dance

Kecak dance while the sun is going down

Ini yang selalu diceritakan sama beberapa temen gw, "lo harus lihat tari kecak di Uluwatu saat sunset, It's Wonderful". Dan setelah beberapa kali ke Bali, akhirnya kesampean juga buat nontonnya. Minggu lalu gw tiba-tiba dikasih kerjaan kantor nemenin bule dari Amrik jalan-jalan ke Bali besoknya. Yippie, langsung packing, jarang jarang ni dikasih kerjaan vacation :D
A kidnapped wife named Shinta

Phuket


Phiphi Island
Yep, Phuket. Kenapa Phuket? Mumpung dapet tiket promo. Hehehe.. Yah, film The Bech nya Leonardo Di Caprio sukses membuat gw teriming-imigi buat ke salah satu daerah di Thailand ini . Tapi enggak sebegitunya sih jika dibanding kepengennya gw lihat Aurora Borealis :p.

Gerbang masuk lewat udara adalah Phuket International Airport. Tampak gak begitu susah buat keluar bandara ini, ada petunjuk yang jelas sampe list harga taxi sesuai dengan jaraknya. Penipuan turis pun sangat bisa dihindari. Tak butuh waktu lama untuk sepakat degan salah satu sopir taxi yang akan membawa kita istirahat ke penginapan. Selama tiga hari, kita tinggal di Rumblefish, hostel backpacker yang letaknya di Kata Beach. Sekamar isi ber-6, ketambahan 2 bule dari irlandia, cantik lagi. Hehe..

Kata beach sedikit beda dengan Pathong beach, tempatnya lebih sepi,begitu juga pantainya dan warna lautnya kadang terlihat hijau torquise. Di kata ini juga ada beberapa titik buat snorkeling-an. Jadi gak perlu jauh-jauh ke pulau phi-phi, yahh gak jauh beda lah.. Tapi lebih bagusan di kepulauan seribu sih :D.

The best part selama di Phuket ini ya Phiphi island. Maya bay dengan pantai turquoise nya jadi magnet para turis buat kesana. Gak perlu berpikir dua kali buat nyebur. Maya Bay ini adalah "The Beach" yang pengen gw lihat itu. Dan memang indah, meskipun gw akan lebih seneng lagi kalo tiba di pantai itu dalam keadaan sepi :D. Terlalu banyak kapal yang bersandar di sekeliling pantainya. Maya Bay berada di pulau Phiphi Leh yang tidak berpenghuni. Penduduk sekitar, tinggal di Phiphi Don yang saat ini masih berbenah kembali setelah terhempas tsunami yang sama yang terjadi di Aceh.

Sabtu, 03 November 2012

Singapore

From Singapore

Akhir September kemaren gw bareng dua temen kantor gw ada jobtrip di singapur. Ini ketiga kalinya gw ke negara yang tidak lebih luas dari ibu  kota Jakarta ini.  Gak ada perbedaan yang mencolok dari pertama kali gw kesini. Ya iya lah, baru dua tahun yang lalu.

Yang menarik buat gw mungkin keteraturan di negara ini.yang gak bs gw dapetin di Indonesia. Sampe menyeberang pun harus ngikutin lampu merah. Semua orang mengantri tanpa harus ada yang adu mulut karena nyerobot.MRT datang tepat waktu sesuai dengan jadwal. Kalo mau naik turun bis, bisanya cuman dari halte. Bersih, sampe makan permen karet pun gak boleh.

Tapi mungkin klo disuruh tinggal di negara ini, gw cuman kerasan gak lebih dari satu bulan. Gw akan mulai bosan dg keterbatasan kulinerannya, keteraturan kehidupannya, sampai keindividualan masyarakatanya. Dan yang pasti, gw harus keluar negeri jika ingin pelesir ke pantai.

Singapur sendiri merupakan destinasi wisata yang cukup menarik buat gw. Shopping mall yang sangat lengkap, meskipun harganya tak jauh beda saat Jakarta Great Sale; wisata airnya di kawaasan marina bay; dan kelompok masyarakat yang mempunyai komunitas sendiri seberti di China town, Little India dan Bugis, dengan budaya yang berbeda dari setiap komunitasnya. 
Chinatown heritage dengan cafe dan penjaja oleh-oleh di sepanjang jalan
From Singapore

Sie Jin Kwie by Teater Koma

From November 3, 2012

Di satu jumat sore, seorang teman tiba-tiba memberikan selembar tiket nonton teater. Wee, gw langsung girang karena udah lama pengen nonton sebuah teater dari kelompok teater popular. Yah, biasanya gw nonton hanya dari teater-teater mahasiswa. Beruntung saat itu temen gw punya beberapa free tiket untuk nonton Teater Koma manggung. Yah, Teater Koma, yang  bulan Maret lalu menampilkan “SIE JIN KWIE di negeri sihir” di TIM. Pementasan cerita ini juga cukup menarik karena memadukan wayang tavip, wayang kulit cina-jawa, wayang gendong, wayang potehi, wayang beber, wayang wong, dan opera cina. Seluruh ekspresi mimikmuka, keserasian gerakan antar lakon sampe musikalisasi yang pas dari setiap sesi membuat perhatian gw tidak berpaling dari panggung selama 3 jam pertunjukan.
From November 3, 2012

Minggu, 26 Agustus 2012

Sunset at my Home Town


Penampakan di sebelah utara rumah, Paciran
Sebagai penyuka pantai, gw selalu mencari spot sunset terbaik di setiap jalan-jalan gw. Dan gw bisa tersenyum lebar hanya dengan melihat lingkaran oranye perlahan menghilang di atas garis horizon. Februari kemaren gw udah gagal mendapatkannya ketika gw ke bali dan Lombok selama 8 hari. Yep, padahal tiap hari kita selalu berhadapan dengan pantai. Cuaca memang kurang sedikit mendukung waktu itu.

Anyway,  sebenernya gw sudah sangat terhibur melihat fenomena matahari tenggelam ini. Jika matahari tak mau menunjukkan pesonanya, kadang awan yang menggantikannya dengan membuat background panggung hiburan yang sangat menakjubkan. Dan tidak akan sama di setiap pertunjukannya. Kadang seperti lautan kapas berwarna jingga. Sering juga muncul seperti ombak di atas langit. Ato sekedar memberikan garis-garis cahaya dibalik sang cumulunimbus.

Dan lagi keelokan senja tidak harus selalu tampak di atas pantai. Gw sering termangu memperhatikannya dari atas roof top kantor gw. Yang tak kalah menarik jika gw melihatnya dari balik jendela pesawat terbang. Gw pernah juga pernah memperolehnya di ujung garis jalan tol..

Ternyata spot sunset yang juga bagus gw dapetin di sebelah rumah gw. Yah, sebenernya rumah orang tua gw, di desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Setelah liburan ini gw mendapatkan beberapa foto indah sang surya saat tenggelam.

Mencari kerang

Jumat, 27 Juli 2012

Tanjung Bira, Bulukumba -Pantai Tiga Warna-

From Tanjung Bira, Bulukumba

Kali ini gw traveling sendiri. Beruntung gw ada kerjaan di Sulawesi Selatan, sehingga gw bisa extend tiket pulang gw dan gw bisa jalan-jalan disini. Setelah nanya-nanya driver di makasar dan hasil googling, gw memtuskan untuk menghabiskan weekend di Tanjung Bira, Bulukumba.

Dimulai dari Makassar, gw naik angkutan umum innova menuju dari terminal Malengkeri menuju Bulukumba. Ternyata gw harus menunggu sampai penuh, baru akan berangkat innovanya. Cukup lama gw nunggu, sekitar satu jam an, sampe gw cukup akrab ngobrolnya dengan salah seorang penumpang juga yang mempunyai rumah di Bulukumba. Bu Aspar.

Gw tiba di Bulukumba sekitar jam 11 malam, mungkin sudah jam malam bagi penduduk daerah sana. Sepii.. Gw beruntung ketemu dengan Bu Aspar yang menawarkan menginap dirumahnya. Akhirnya malam itu, dengan sedikit rasa was-was sebenernya, gw menginap di rumah Pak Aspar. Sampai gw pamitan dengan Pak Aspar, ternyata keluarga ini sangat baik dan ramah. Masih ada keluarga seperti ini ya di Indonesia.

Sabtu pagi, gw berangkat ke terminal bulukumba untuk mencari angkutan ke Tanjung Bira. Bareng-bareng sama orang dari pasar gw dapet angkutannya. Lumayan penuh. Dengan kondisi jalan yang cukup jelek, Bulukumba-Tanjung Bira kita tempuh sekitar 1 jam-an. Dan jam 10 pagi gw udah sampe Tanjung Bira.

Minggu, 22 Juli 2012

Ujung Kulon dengan pulau impiannya "Peucang"

From Ujung Kulon
Ujung Kulon, ya, daerah ini merupakan wilayah ujung paling barat (atau kulon dalam bahasa jawa) dari Pulau Jawa. Trip ke ujung kulon ini kita rencanain sendiri bareng temen-temen ngetrip gw pas ke Krakatau. Pas kita gathering untuk ngumpulin foto-foto di Krakatau, Yan mencetuskan ide untuk pergi ke Ujung Kulon long weekend selanjutnya. Di tanggal yang sama sebenernya gw udah rencanakan ke Pacitan bareng Raga, tapi tawaran ke UK ini begitu menarik yang membuat gw sama Raga rearrange schedule buat ke Pacitannya. Hmmm, akhirnya trip dan cerita ke pacitan malah datang lebih dulu daripada ke Ujung Kulonnya.

Anyway, kita berangkat juga ke Ujung Kulon, 16-20 Mei 2012. Rabu jam sebelas malam kita berangkat dari Ratu Plaza dengan bis sewaan dari kantornya Yan. Meskipun kepenuhan perjalanan tetap menyenangkan, sepertinya.. Soalnya yg gw inget inget cuman duduk-tidur-bangun-subuhan-sampe Sumur. Jalan Pandeglang-Sumur yang kurang begitu bagus membuat naik bis seperti naik kuda.

Sampe Sumur, kita lagsung disambut dengan gorengan dan teh manis. Hidangan paling enak di pagi itu mengalahkan KFC yang kita bawa dari Jakarta untuk bekel sarapan. Kenyang sarapan, kita langsung menuju perahu dengan membawa berkilo-kilon beras, sayur, ayam, ikan sebagai bekel 3 hari kedepan. Beberapa bekel sengaja kita bawa dari Jakarta dan ada juga yang kita beli dari penduduk sekitar Sumur.

Perjalanan pertama kita tempuh ke pulau Badul untuk bersnorkeling ria. Yah.. bukan best part tempat snorkeling di Ujung Kulon sih. Kemudian kita ke Pulau Handeleum untuk istirahat dan makan siang. Di Pulau Handeleum ini sedikit menyeramkan. Kita tidak boleh berenang di pantai karena takut nanti dimakan buaya. Disini pun hanya ada 1 rumah singgah yang dikelola pihak taman Nasional Ujung Kulon. Tempatnya lumayan, airnya bersih dan banyak, tawar pulak. Tetapi sayang, kasur yang disediakan tidak mencukupi untuk rombongan kita yang berjumalah 27 orang, sehingga beberapa orang tidur di sleeping bag yang untungnya sudah kita siapkan dari Jakarta.

Kamis, 28 Juni 2012

Gunung Kidul, geliat pariwisata Jogja

From Wisata Gunung Kidul - Jogja
Jalan-jalan gw ke Guungn kidul jogja ini adalah rangkaian dari #PacitanTrip gw. Setelah sehari sebelumnya gw mengunjungi beberapa pantai di Pacitan, hari ke-2 ini kita memutuskan menyisir pantai selatan Gunung kidul untuk mengambil memori-memori akan keindahan pantai di Nusantara.

Jam 7 pagi kita beragkat dari wisma Joglo, di Wonosari. Target pertama adalah pantai Indrayanti. Pantai indrayanti ini merupakan salah satu pantai yang terletak di satu garis pantai dengan pantai Sundak. Pantai Indrayanti saat ini menjadi primadona wisata pantai di jogja setelah berdiri salah satu penginapan  yang cukup bagus sehingga pengelolaan pantai ini ditata dengan baik.

Jam 8 kita sudah sampai di Pantai indrayanti. Suasana pantainya sudah cukup ramai, beberapa keluarga terlihat sedang bermaun ombak disana. Hal ini membuat Raga terpacu adrenalinnya untuk bermain ombak jg. Gw sendiri hanya ingin bersantai, membayangkan sedang dipijat di atas pasir putih sama mbok2 di sana. Ah ternyata setelah muter-muter, memang di pantai ini tidak menyediakan tukang pijat seperti di Bali.

Sabtu, 09 Juni 2012

Pantai Klayar nan Elok - Pacitan



Pacitan. Kota kelahiran presiden Indonesia yang ke-6 ini sebenernya bukan merupakan Trip List gw tahun ini. Tetapi semenjak Raga mengutarakannya sebagai Trip List dia tahun ini, gw jadi pengen ikutan klo dia lagi ada rencana ke pacitan. Saoalnya setelah di googling, cukup banyak pantai menawan disana yang bisa dijadikan obyek foto gw =D. Itin ke Pacitan pun cukup murah dimana gw cuman kena sekitar 250rban dari Jakarta.

Rencana ke Pacitan pun sudah pernah dua kali gagal. Problem nya adalah selalu kehabisan tiket kereta karena rencana kita yang terlalu mendadak. *yahh, klo nyari ticket pesawat kemahalan soalnya :D. Pagi itu akhirnya Raga sudah mendapatkan satu jatah tiketny Bandung-Jogja dari Indomaret dan gw mau gak mau harus tiket hari itu jg. Klo enggak bisa batal lagi nih acara ke pacitannya. Begitu tanya ke Indomaret, tiket Jakarta-Jogja/Solo nya udah habis ludes. Aneh, pikir gw, ini kan bukan long week end. Cepet juga ya habisnya padahal masih H-5. Kembali ke kantor dan gw langsung googling. Untung nemu satu tiket dari kaskus, Ekonomi Bengawan Jurusan (Jakarta-Solo Jeberes). Setelah deal harga, meskipun naik dua kali lipat, gw langsung ngasih tau Raga bahwa kita akan jadi ke Pacitan minggu ini. Sebenernya, gw jg sempet ke stasiun tanah abang buat nanyain tiket Ekonomi Bengawan dan memang udah habis. Begitu gw nanya ke tukang parkir stasiun, wah tak taunya banyak tiket-tiket itu yang dibeli sama calo-calo dan biasa dijual 3 kali lipat dari harga sebenernya. Ckckckc.. tetep yah, Indonesiakuu…

Selasa, 05 Juni 2012

Krakatoa, napas perut bumi



Senin itu gw udah hampir memastikam bahwa libur panjang minggu itu akan gw habiskan dengan cuman tidur-tiduran di kosan. Rencana ke Pacitan hari jumat nya sudah dipastikan gagal karena semua tiket kereta ke jogja atopun ke solo sudah ludes habis. Pesawat sih masih ada, tapi mahalnya..  Lagi googling, gw nemu ada ajakan ke Krakatau di Kaskus. Tanpa pikir panjang, gw langsung menghubungi Yan Permana sang koordinator dan alhamdulilah gw masih dapat seat disana. Jadilah gw janjian sama Yan dan temen2nya kamis malam untuk berangkat ke krakatau bareng.

Kita ketemu di sekitaran slipi Jaya jam 9 malem. Perjalanan dilanjutkan dengan naek bis ke merak kemudian ferry ke bakauheni. Ini kali pertama gw naek ferry melintasi selat sunda. Sebelum subuh kita sudah sampai bakauheni. Yang dilanjut dengan naek angkot sewaan Yan ke Dermaga Canti. Dermaga untuk menuju Pulau Sebesi, pulau tempat kita menginap nantinya.

Sabtu, 12 Mei 2012

The Last Chapter (#5) of #LombokTrip


Perjalanan #LombokTrip gw selanjutnya adalah mengunjungi tempat-tempat not to be missed di Lombok. Beberapa tempat memang indah untuk dinikmati namun klimaks kita sudah terjadi ketika kita di Gili Kondo.

Setelah menikmati sisi timur dari pulau Lombok, dengan beberpa pulau di sekutar Gili Kondo dan Pemandangan Pulau Sumbawa di seberang lautan, kami melanjutan perjalann ke Pantai Kuta. Pas saat senja kita sampai di pesisir pantainya, namun sayang ternyata sunset yang kita harapkan tidak terlihat karenan memang tertutup perbukitan di sekitar pantai. Tetapi langit jingga sore itu memang indah. Saat badan udah sangat lelah, kita pun langsung pindah ke alam mimpi setelah mengisi perutnya masing-masing.

Day 7
Ombak, mana ombak. Itulah porsi paling besar di list otak kita untuk menikmati hari ke-7 ini. Terakhir kita maen ombak adalah ketika kita di Bali dan Raga, iQro, Faris pun belum puas. Tujuan pertama kita pagi ini adalah Tanjung Ann, tempat yang kata orang-orang di sekitar Kuta merupakan tempat para Bule surfing. Ah, ternyata pagi ini laut begitu tenang tanpa suara ombak yang mengegelar. Entah karena terlalu pagi atau memang cuaca lagi berdamai. Belum terlihat para pelancong di pinggiran pantai hanya beberapa anjing liar.

Rabu, 02 Mei 2012

Gili Kondo, Eksotisme atas dan bawah laut #LombokTrip #Chapter4


Gili Kondo, yaa Gili Kondo. Nama pulau ini baru gw tau setelah gw di Lombok. Tempat paling eksotis di Lombok ini gw temuin dari sebuah majalah “The journey – monthly Indonesia tourism magazine” yang gw dapat secara gratis di homestay BaleKu. Dalam majalah ini terdapat sebuah artikel dengan judul Lombok Top Spot (Lombok Top 10 not to be missed) dengan list terakhirnya Gili Kondo. Perdebatan dari kita untuk menuju pulau ini pun sudah dimulai sejak perjalanan hari ke-5 melintasi Lombok Utara ke arah Bayan dan Senaru. Karena pulau ini bukan merupakan daftar tempat yang akan kita kunjungi selama di Lombok. Semua orang pun mencari info sebanyak-banyaknya tentang Gili Kondo. Raga mulai googling dan gw nanya di twitter dan mas Tresno. Sangat sedikit info yang kami dapatkan kecuali sebuah blog seorang backpacker dari Mataram. Dari blog itu kita temukan nama desa untuk menyeberang ke gili kondo beserta nomer telpon penyewaan perahunya. Akhirnya, di malam hari kita meneguhkan hati merubah rencana awal kita untuk ke Gili Kondo esok hari. Yippie..

Sabtu, 28 April 2012

Sembalun - Kaki Rinjani yang mempesona #LombokTrip #Chapter3

Dua hari sudah kita menghabiskan waktu di tiga gili, saatnya menuju ke daratan. Jam 4 sore, kita setengah mati ngejar last ticket perahu dari trawangan ke bangsal. Yah, dengan jarak penginapan dan pelabuhan cukup jauh, terpaksa kita memproduksi keringat dengan lari dan membawa bawaan yang cukup banyak. Yeay, akhirnya kita mendapatkan 4 ticket kembai ke Lombok. Sesampainya di bangsal, mas muhlis udah menunggu kita untuk menyerahkan APV yang akan kita sewa selama 4 hari untuk keliling pulau Lombok :D.

Kita langsung menuju ke senggigi untuk mencari penginapan. Sepanjang perjalanan kita mampir ke beberapa bukit yang sangat indah. Berfoto-foto dan bernarsis-narsis ria. Beautiful lanscape. Ada bukit malimbu dan sengigi. Sampai senggigi sekitar maghrib. Tidak terlihat matahari tenggelam dari balik Gunung Agung, Bali. Awan menutupinya. Namun begitu, langit jingga sore itu cukup membuat kita tersenyum puas.

Kamis, 26 April 2012

Trawangan - Pulau si Bule #LombokTrip #Chapter2



Hadoh, ternyata cerita ke lomboknya tertunda sekian lama.. dan baru kali ini ada kesempatan menulis.

Day 3
Gw memulai perjalanan di Lombok melalui pelabuhan Lembar. Pelabuhan yang tidak terlalu ramai dengan rute pelayaran bali-lombok. Dari pelabuha lembar, kita di jemput Mas Mukhlis, driver rental dari Mahardika Travel yang udah kita kontak sebelumnya. Dengan APVnya kita melaju menuju pelabuhan Bangsal. Ternyata agak jauh juga perjalanannya. 2 jam. Meskipun gitu, gw gak tidur selama perjalanan, masih amaze sama perjalanan pertama gw ke Lombok ini. Gw bisa ngelihat langsung Rinjani, pantai-pantai barat Lombok di antara kaki-kaki bukit, dari pasir hitam sampai pasir pitih, begitupun dengan lautnya yang berwarna warni, biru, hijau, biru muda.

Senin, 12 Maret 2012

Beauty of Uluwatu, Bali #LombokTrip #Chapter1


Dua minggu yang lalu gw baru saja pulang dari Bali-Lombok. Perjalanan yang melelahkan dan tak terlupakan sepertinya. Udah hampir 4 bulan yang lalu gw merencanakan long trip ini ke Lombok. Meskipun sedikit telat karena ke Lombok adalah resolusi gw tahun 2011. Rencana ini dimulai dari mencari peserta yang mau bareng liburan dan akhirnya nemu 3 temen gw, Faris, Iqro dan Raga. Mulailah gw mencari tiket promo jauh-jauh hari, googling hidden paradise, dan tempat sewa mobil yang bisa mengantar kita jalan-jalan. Hmm, dari hasil yang di dapat, akhirnya diputuskan kami akan menghabiskan 2 hari di Bali dan 6 hari di Lombok.